Kamis, 01 Agustus 2013

Tips Menulis Lagu

ini versi gue ya, setiap orang pasti punya banyak cara dan langkah-langkah dalam menulis lagu, ini yang gue lakuin.

1. inspirasi itu bisa dari mana aja.
Gue paling sering menulis dari sudut pandang "aku" jadi lagunya kerasa lebih personal, tapi ide cerita gak selamanya pengalaman pribadi, kadang kalo lagi ngobrol sama temen terus dia cerita sesuatu yang kira-kira menarik untuk dijadiin lagu, gue menempatkan diri jadi dia, dan itu yang gue tulis. Contohnya waktu gue nulis Dalam Kelam, temen gue baru aja diputusin cewenya, gue mencoba jadi dia di lagu itu dan merubah pandangannya jadi dari sudut pandang gue, apa yang gue lakukan kalau gue jadi dia.

kelak kau rasakan perihnya ditinggalkan, berharap ku kan datang lagi.

2. keterangan waktu membuat lagu jadi lebih personal.
Belajar dari The Ataris, gue selalu merasa deket sama Kris Roe karena dia menambahkan keterangan waktu dalam lagu-lagunya.

30th of April, seems like yesterday.
We bought a house above the ocean
where our kids could laugh and play.


gue pernah nulis lagu judulnya A Story To Forget buat band lama gue The Side Project, waktu itu gue tulis waktu pacar gue waktu itu dateng kerumah terus pas lagi anniversary rasanya udah beda gara-gara sebelumnya kita pernah putus dan pernah saling deket sama orang lain.

6th of april never felt this cold
what can i do to make you stay

gak harus tanggal sih, bisa juga jam, biar yang denger bisa baca suasana pas lagu itu lagi ditulis, coba cek penggalan lirik dari Sebuah Rahasia.

jam berhenti di 12,
ku habiskan gelas demi gelas,
membuat pahit sisa yang manis,
sampai akhirnya ku lupa

nah, keliatan kan lagi ngapain pas lagi nulis lagu itu? coba deh tulis lagu bener-bener di saat lagi kejadian.. misalnya lagi boker? yaudah tulis. tulis gimana pas lo lagi berusaha ngeluarin tai lo inget dia, karena ada tai di akhir kata mencintai dan dicintai.. jadi lebih baik bercinta saja. MI SAL NYA.

3. tambahin keterangan tempat, atau suasana tempat.
bikin yang denger lagu kebawa dan merasakan tempat dimana lo nulis lagunya. Ini beberapa lirik favorit gue yang bikin gue kebawa ke tempat si penulis bikin lagu.

from up here the city lights burn
like a thousand miles of fire
and i'm here to sing this anthem
of our dying day
-Story Of The Year

ocean air, 
carying reminder of the perfect pair,
we used to be
-Yellowcard

contoh dalam lagu gue
suara pesta yang bergema (hilang semua duka)
riang canda membuat lupa (ajalmu kan tiba)
berkurang satu usiamu kawan,
semakin dekat akhir hidupmu

gue mencoba menghadirkan suasana pesta ulang tahundan gimana ditengah-tengah itu gue ngajak orang untuk berfikir tentang kematian, disaat orang merasa hidup.

4. gunakan bahasa yang lo kuasai.
jangan bikin lagu dengan bahasa yang tidak lo kuasai dengan baik, akan terdengar aneh.
gak perlu penjelasan banyak, tapi di poin ini gue juga mau kasihtau, bahasa Indonesia juga kaya asal lo pembendaharaan katanya banyak. Jangan memaksakan bahasa inggris kalo masih acak-acakan.
berteman sama kamus, kadang baca kamus membuat lo terinspirasi sama sesuatu yang bakal lo tulis. Misalnya kalo gue Satir (satire) Sarkas, dari judulnya gue bisa kembangkan jadi lagu yang isinya menyindir dengan kalimat yang sangat lugas. Atau Fluktuasi Glukosa, yang setelah gue dapet kombinasi dua kata ini gue nulis lagu paling manis yang (menurut gue) gue pernah tulis sampe kesannya ada lonjakan kadar gula yang signifikan dalam diri gue.

5. urutan gak pernah sama.
kadang di saat-saat tertentu gue bisa kepikiran nada, yang akhirnya gue rekam di voice recorder henfon dengan na na na na, kadang kepikiran nada gitar, nada bass, beat drum, nada keyboard/piano, begitu kepikiran langsung rekam, jangan tunda-tunda. Jadi lo punya banyak stok nada.
kadang gue kepikiran penggalam kalimat yang bisa dikembangkan jadi lagu. Setiap lagu punya kata kunci. Kalimat pertama yang gue tulis dalam lagu Dari Mata Sang Garuda (termasuk kenapa akhirnya itu jadi judul lagunya, bukan Indonesia, atau Tanah Air, atau lainnya) adalah:

Dari mata sang Garuda,
memandang luas dari langit yang tinggi,
bersatulah untuk Indonesia

itu kalimat pertama yang gue tulis di lagu itu, dari situ gue punya bayangan, lagu ini menceritakan gimana Garuda, si simbol negara, melihat apa yang kita punya dari atas sana. Dan ketika aransemen lagu, yang pertama dibikin adalah bagian breakdown (setelah reff kedua).

jadi urutan gak harus sama, bisa lo bikin nada dulu, bisa bikin lirik dulu, dan bisa lo bikin aransemen dari verse, chorus, atau interlude.

6. ini lagu lo, bikin senyaman mungkin.
alasan gue belum pernah nulis lagu rohani adalah, well, jujur gue bukan orang yang religius. Gue gak akan merasa nyaman kalo disuruh tulis lagu yang gue gak jalanin. Menurut gue urusan gue dan Tuhan gue cukup gue aja yang tau dan jalanin.

bersambung.

nanti lanjut ya, semoga berguna bagi bro bro sekalian..
mau mandi dulu nih.

Cheerio & Good luck.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar